Beranda / Berita

Pengobatan Kombinasi Membantu Pasien Kanker Ginjal Dari Thailand Bertahan Lebih dari 10 Tahun.

None

Date:2024-10-04Author:NoneFrom:#

fuda04_191353.png

“Di rumah sakit ini saya merasa saya telah mempercayakan hidup saya kepada sebuah tim bukan hanya satu orang.” Pracha pasien berusia 65 tahun asal Thailand yang telah berjuang melawan kanker selama lebih dari satu decade, baru- baru saja menemukan sebuah nodul di adrenal saat melakukan pemeriksaan, yang menunjukkan kekambuhan tumor. Tanpa keraguan, ia terbang dari jauh ke RS Fuda, dibawah perawatan Dr Long Xin’an.

Pracha ingin berbicara banyak mengenai kanker. Ia sudah berkali- kali keluar dari kematian, dan efek dari pengobatan terkadang membuatnya tidak kuat, serasa ingin mati. Tetapi untungnya ia terus berusaha dan menemukan terapi yang tepat untuknya. Sekarang ia hamper lupa bahwa ia seorang pasien, kecuali saat waktunya pemeriksaan regular.

Didiagnosa kanker ginjal setelah sakit pinggang

Pada 2007, Pracha mulai merasakan sakit di kanan belakang bawah. RS setempat mengobatinya seperti sakit otot biasa. Tetapi seiring berjalannya waktu, rasa sakitnya semakin parah. Ia sudah tidak bisa menahannya lagi, ia Kembali ke RS untuk pemeriksaan lebih lanjut. Setelah berbagai pemeriksaan, dokter mendiagnosanya dengan kanker ginjal.

Sakit pinggang adalah normal. Bagaimana cara membedakannya dengan kanker? Sakit bagian belakang bawah adalah salah satu gejala awal kanker ginjal, tetapi karena sakit pinggang sangat sering dijumpai akhir- akhir ini yang dikarenakan postur yang buruk. Banyak orang menganggapnya sebagai sesuatu yang biasa. Selain itu, pipis berdarah dan masa di perut adalah salah satu tanda adanya kanker ginjal. Ginjal berada pada perut belakang yang cukup dalam, sehingga tumor sulit terditeksi hingga lama. Jika terdapat gejala- gejala seperti itu , maka pemeriksaan lebih lanjut harus dilakukan.

Pracha menjalani operasi pengangkatan ginjal kanan, dan laporan patologi pascaoperasi mengonfirmasi kanker ginjal stadium I. Namun, pada awal tahun 2013, Pracha kembali mengalami nyeri punggung—tumor muncul kembali di ginjal kanannya! Setelah menjalani operasi paliatif, masih ada tumor di dekat pembuluh darah yang tidak dapat diangkat. Dokter setempat memberinya terapi obat yang ditargetkan. Mereka memperingatkannya bahwa jika obat gagal mengendalikan tumor, ia mungkin hanya punya waktu empat bulan lagi untuk hidup.

 Image_20241004112130.png

Namun, efek samping obat-obatan yang diresepkan, termasuk ruam, kehilangan nafsu makan, dan kehilangan indra perasa, membuat hidup Pracha tak tertahankan. Ia bahkan merasa empat bulan yang diprediksi dokter terlalu lama untuk dijalani. Ia mulai berharap akan ada pengobatan baru yang dapat mengurangi penderitaannya.

Sebuah pilihan yang membuatnya hidup 10 tahun.

Melalui berbagai saluran, Pracha mempelajari tentang perawatan canggih Rumah Sakit Kanker Fuda, seperti krioablasi, NanoKnife, dan implantasi benih yodium. Perawatan ini minimal invasif, memiliki lebih sedikit efek samping, dan menawarkan pemulihan yang lebih cepat. Meskipun terapi ini tidak pernah terdengar di Thailand, ia tidak ingin kehilangan kesempatan apa pun, jadi pada bulan April 2013, ia pergi ke Guangzhou dan mencari perawatan di Rumah Sakit Kanker Fuda.

Setelah masuk, pemeriksaan lebih lanjut mengungkapkan bahwa kanker telah bermetastasis ke dinding perutnya dan kelenjar getah bening retroperitoneal. Mengingat lokasi tumor retroperitoneal yang dalam, pembedahan menjadi tantangan. Para dokter memutuskan untuk melakukan perawatan gabungan krioablasi dan implantasi benih yodium untuk kanker metastasisnya. Di samping itu, imunoterapi dan terapi obat terarah diberikan untuk meningkatkan respons imun tubuh sambil menargetkan sel kanker tertentu, yang pada akhirnya mengendalikan dan membunuh kanker.

 Image_20241004112133.jpg

Cryoablasi menggunakan suhu dingin ekstrem untuk "membekukan" sel tumor dalam waktu singkat, menyebabkan sel tersebut mati. Selain serangan "fisik" dengan pembekuan, krioablasi juga memiliki efek "ajaib": saat sel tumor mencair, antigen internal tumor terekspos, yang merangsang sel imun tubuh untuk mengenali dan menyerang tumor. Hal ini dapat memicu "efek jarak jauh," yang menyebabkan metastasis jauh menyusut atau menghilang.

Penanaman benih yodium, di bawah bimbingan peralatan pencitraan, menempatkan benih radioaktif kecil langsung ke dalam atau di dekat tumor. Benih ini terus-menerus memancarkan radiasi berenergi rendah, yang secara tepat menargetkan dan menghancurkan sel kanker. Perawatan ini sangat bermanfaat untuk tumor yang sulit diangkat sepenuhnya melalui pembedahan atau untuk pasien yang tidak cocok untuk operasi besar. Perawatan ini menawarkan presisi tinggi, efek samping minimal, dan sedikit kerusakan pada jaringan dan organ di sekitarnya.

Image_20241004112135.png

Dibandingkan dengan sayatan besar pada operasi tradisional, teknik minimal invasif di Rumah Sakit Kanker Fuda, yang hanya melibatkan tusukan jarum kecil, sangat mengurangi beban psikologis dan fisik pada Pracha. Penjelasan cermat oleh staf medis sebelum dan setelah setiap perawatan memberinya kenyamanan luar biasa. Ia kembali ke rumah sakit untuk beberapa kali perawatan selama bertahun-tahun dan selalu menaruh kepercayaan penuh pada Fuda. Pada tahun 2018, hasil tindak lanjut secara konsisten menunjukkan bahwa kondisinya telah stabil, dengan metastasis kelenjar getah bening retroperitoneal menyusut secara signifikan.

Kembali ke Fuda, Penuh Percaya Diri

Setelah tahun 2018, Pracha terus mengonsumsi obat-obatan yang ditargetkan dan menjalani pemeriksaan rutin di Thailand, dengan kondisi yang tetap stabil. Namun, selama pemeriksaan lanjutan pada bulan Januari 2024, ditemukan nodul di area adrenal kanannya, yang sangat mencurigakan sebagai kekambuhan tumor. Setelah menerima hasil ini, Pracha segera kembali ke Rumah Sakit Kanker Fuda untuk menjalani perawatan. Ia tahu bahwa Dr. Long Xinan sangat mengenal riwayat medisnya dan sangat memercayainya.

Pemeriksaan lebih lanjut mengungkapkan adanya metastasis di dinding perut kanan dan kelenjar getah bening retroperitoneal, bersama dengan nodul di dekat kelenjar adrenal kanannya yang tampaknya merupakan tumor metastasis. Dengan persetujuan Pracha dan keluarganya, Dr. Long melakukan krioablasi pada area adrenal kanan dan sisi kanan perut di bawah bimbingan USG dan CT, sehingga mengurangi beban tumor.

 Image_20241004112119.jpg

Selama prosedur berlangsung, Dr. Long menggunakan cryoprobe untuk menusuk area target dan melakukan dua siklus cryoablasi, memantau bola es untuk memastikannya menutupi tumor sekaligus menghindari kerusakan pada usus di dekatnya. Setelah dicairkan, cryoprobe diangkat. Untuk tumor di dekat dinding perut yang dekat dengan usus, Dr. Long menggunakan jarum PTC untuk menyuntikkan obat antitumor, meminimalkan risiko kerusakan usus.

Sekarang, setelah menyelesaikan tahap perawatan ini, kondisi Pracha tetap stabil. Ia percaya bahwa dengan perawatan yang tepat, hubungan dokter-pasien yang harmonis, dan semangat pantang menyerah, ia dapat hidup sepuluh, bahkan dua puluh tahun lagi!

 

 

 


Alamat kantor perwakilan RS Kanker Fuda

alamat:Apartemen Gading Mediterania Jl. Raya Boulevard Bukit Gading Mediterania RK 01A, RT.5/RW.14, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240


Rumah Sakit Kanker Guangzhou Fuda--Guangzhou Fuda Cancer Hospital--广州复大肿瘤医院

地址:中国广东省广州市天河区棠德西路2号

alamat:No. 2 Tangde West Rd. Tianhe District, Guangzhou China 510665

  • RS Khusus Kanker Nasional
  • Bersertifikasi Internasional JCI
  • Pusat Cryoablasi Kanker Asia- Pasifik
  • Pusat Medis, Institut Biomedis dan Kesehatan Guangzhou, Akademik Ilmu Pengetahuan di Tiongkok