whatsapp: +62851-0461-2299
close
Beranda / Pengobatan Kami

Photodynamic Terapi (PDT)

None

Date:2020-05-29Author:NoneFrom:FUDA

Terapi Photodynamic (Photodynamic Therapy/ PDT) adalah terapi dengan menggunakan reaksi fotokimia yang dipicu oleh laser, juga dikenal sebagai terapi photoradiation atau photochemotherapy. Prinsip dasarnya adalah dengan menggunakan karakteristik agregasi preferensial dari fotosensitizer ke sel target (injeksi fotosensitizer intravena, maka jaringan kanker akan menyerap sejumlah besar fotosensitizer, tetapi jaringan normal jarang menyerap), jaringan tumor yang menyerap fotosenitizer akan bercahaya jika disinari sinar tertentu, karena fotosensitizer akan menyerap energi foton pada cahaya. Molekul aktif oksidatif pada laser akan menyerang struktur sel melalui oksidasi. Kerusakan ini dapat berupa kerusakan oksidatif pada membran sel atau protein. Ketika akumulasi kerusakan oksidatif melebihi ambang batas tertentu, sel target tumor akan mati.

Tiga elemen efek fotodinamik:

1. Fotosensitizer: menyerap cahaya, sehingga target dapat terlihat dengan jelas

2. Cahaya iradiasi: panjang gelombang, stabilitas output dan keandalan proyeksi juga merupakan faktor penting yang dapat dikontrol untuk menentukan efek terapeutik.

3. Oksigen

Mekanisme aksi dan karakteristik klinis

Sesuai dosis yang direkomendasikan secara klinis, fotosensitizer itu sendiri tidak memiliki sitotoksisitas, dan hanya fotoaktivasi dengan oksigen akan menghasilkan sitotoksisitas pada target.

Iradiasi laser dengan panjang gelombang tertentu menggairahkan fotosensitizer pada jaringan, dan fotosensitizer tereksitasi untuk mentransfer energi ke oksigen di sekitarnya dan menghasilkan oksigen singlet yang sangat aktif.

Oksigen bereaksi dengan makromolekul biologis yang berdekatan dalam waktu singkat, dan menyebabkan kerusakan permanen pada struktur subseluler seperti membran sel, mitokondria, dan lisosom, sehingga menyebabkan kematian sel.

Setelah disuntikkan ke dalam tubuh pasien, fotosensitizer akan membentuk akumulasi yang relatif tinggi pada jaringan tumor, sehingga kerusakan vaskular yang disebabkan oleh efek fotodinamik dapat mengurangi rasa sakit pada jaringan lokal. Hipoksia pada darah memainkan peran penting dalam mekanisme perawatan klinis PDT dan menentukan sifat pembunuhan selektif PDT.

Keuntungan:

1. Selektivitas dan spesifisitas jaringan untuk sel tumor

2. Memiliki efek terapeutik pada sebagian besar tumor padat

3. Angka kesembuhan untuk kanker in situ yang sangat awal seperti kanker kerongkongan dan kanker paru-paru adalah 90%, dan tingkat peningkatan untuk kanker tahap menengah dan lanjut lebih dari 70%

4. Toksisitas rendah, aman, tanpa imunosupresi pada sumsum tulang

5. Tidak memengaruhi perawatan lain, melengkapi pembedahan, radioterapi dan kemoterapi

6. Waktu perawatan singkat

7. Efek kuratif muncul dalam waktu 48 ~ 72 jam

Indikasi Klinis:

• Kanker Oropharyngeal: Kanker mulut dini dan kanker nasofaring dengan tingkat efektifitas 75% -100%.

• Kanker kerongkongan

• Barrett Esofagus: tidak hanya dapat secara efektif menghilangkan Barrett, tetapi juga mencegah adenokarsinoma esofagus.

• Kanker paru-paru: Untuk karsinoma bronkial yang sangat dini , tingkat kesembuhannya adalah 90%, dan untuk karsinoma bronkial obstruktif progresif, tingkat kesembuhan 85%.

• Kanker lambung: Untuk karsinoma lambung yang sangat dini, tingkat kesembuhannya adalah 85%, dapat secara efektif memperbaiki gejala kanker lambung progresif.

• Kanker kantong kemih: karsinoma , dengan efisiensi 71% untuk kanker yang progresif.

• Kanker lain seperti: kanker kolorektal, kolangiokarsinoma, kolangiokarsinoma hilar, kanker pankreas dan kanker ampula, tumor rongga perut, mesothelioma rongga dan peritoneum, kanker hati, tumor otak, kanker saluran urogenital

Efek Samping PDT:

Dibandingkan dengan terapi konvensional (pembedahan, kemoterapi dan radioterapi) secara umum, PDT memiliki trauma ringan dan toksik serta efek samping pada jaringan dan organ normal yang lebih sedikit.

PDT tidak menyebabkan komplikasi pada jantung, hati, ginjal, dengan neurotoksisitas yang serius;

Perlu menghindari sinar UV selama beberapa minggu setelah PDT, karena sinar matahari yang kuat dapat menyebabkan alergi kulit (kemerahan, nyeri, dan reaksi inflamasi lainnya) di tempat iradiasi. Kortikosteroid dapat digunakan untuk mengendalikan peradangan yang disebabkan oleh PDT.

Setelah perawatan PDT

Kulit dan mata pasien setelah PDT akan sensitiv terhadap cahaya yang kuat, hindari semua kemungkinan paparan sinar matahari langsung,

Menginap di kamar dengan tirai anti-cahaya selama 1 hari dan hindari sinar matahari langsung  Hanya menggunakan bohlam 60 watt (hemat energi 11 watt).

Pasien dapat menonton TV pada jarak aman minimal 2 meter dan memakai kacamata hitam;

Pasien tidak boleh menggunakan komputer di hari pertama

Secara bertahap tingkatkan pencahayaan dalam ruangan, dan perlahan-lahan kembali ke pencahayaan dalam ruangan normal.

Tetap di dalam rumah pada siang hari dan hindari duduk di dekat jendela. Anda bisa keluar rumah setelah matahari terbenam --> pada hari ke 2- 7.

Untuk menghindari paparan sinar matahari langsung. Untuk keluar rumah pasien harus benar-benar menutupi seluruh tubuh dengan kain / payung anti UV dan kacamata hitam.

Jika tidak sengaja terkena paparan sinar matahari, pasien mungkin mengalami sensasi menyengat atau terbakar, dan mereka harus segera menjauh dari cahaya dan segera mencari perawatan medis..

Setelah 15 hari atau lebih Sensitivitas pasien terhadap cahaya secara bertahap akan kembali ke keadaan normal, dan secara perlahan dapat menerima cahaya langsung dari sinar matahari, dan secara bertahap akan kembali ke keadaan sebelumnya.

Gunakan Tabir surya sebagai perlindungan dari sensitivitas sinar UV. Jangan berjemur setidaknya selama 3 bulan. Hindari menggunakan cahaya terang untuk pemeriksaan mata selama setidaknya 30 hari

ee.png

WeChat Image_20200602152904.png

WeChat Image_20200602152905.png


Cerita Pasien
  • 01
    Salute buat pejuang kanker Gadis dengan per..
  • 02
    an Jarum Koalsial,Cryo-biopsi dilakukan bers..
  • 03
    "Satu jarum - mengurangi bilirubin" - draina..
  • 04
    Nodul tiroid, gondok... Teknik Ablasi Microw..
  • 05
    Pembedahan + Pengobatan Intervensi kanker la..
  • 06
    Beban Di Leher- Gondok Nodular..
  • 07
    Nodul Kaca Paru Dapat Diobati Secara Akurat ..
  • 08
    Nodul Paru Jangan Cemas & Tidak Perlu Dioper..
  • 09
    Ablasi Microwave "Menunjukkan Bakatnya" Untu..
  • RS Khusus Kanker Nasional
  • Bersertifikasi Internasional JCI
  • Pusat Cryoablasi Kanker Asia- Pasifik
  • Pusat Medis, Institut Biomedis dan Kesehatan Guangzhou, Akademik Ilmu Pengetahuan di Tiongkok