whatsapp: +62851-0461-2299
close
Beranda / Cerita Pasien

Kepercayaan Pasien Malaysia Kanker Kolorektal Stadium Lanjut

None

Date:2020-05-15Author:NoneFrom:FUDA

fuda15_141125.png

Musim salju awal tahun 2015, Mr Chen dari Malaysia yang mengenakan kemeja tipis, sedang berbicara dan tertawa bersama staf medis RS Kanker Fuda, sermua orang melihat posturnya yang kuat dan tegak. Tidak bisa tidak mengaguminya karena perawatan yang tepat dan kegembiraan di wajahnya. Dia tertawa lepas, sama sekali tidak terlihat seperti pasien kanker rektal stadium IV


Tanpa Rasa Tidak Nyaman, Didiagnosis Kanker Kolorektal Stadium IV.

Maret 2018, Mr Chen tanpa rasa apapun, ia menemukan darah pada tinja, serta peningkatan jumlah buang air besar. Pendarahanpun semakin lama semakin serius, sehingga ia memutuskan untuk pergi ke rumah sakit lokal di Malaysia. Hasil pemeriksaanpun mendiagnosisnya dengan kanker kolorektal. Mendengar hal ini, Mr Chen teringat akan orang tuanya yang juga meninggal dunia karena kanker lambung, dan kanker usus besar. iapun memutuskan untuk memeriksakan lebih lanjut dengan PET/CT, dan hasilnya menunjukkan bahwa ia menderita adenokarsinoma stadium IV dengan TxNxM1, tumornya sudah menyebar ke hati. Keluargapun tidak bisa percaya Mr Chen yang terlihat sangat sehat menderita penyakit ini, merekapun menangis dengan sedih di depannya. Untungnya Mr Chen bergabung dengan umat Buddha, sehingga ia secara alami dapat berpikir optimis. Permikiran pertama yang ia lakukan ialah merelakan dirinya untuk ‘pergi’ dibanding ia harus menderita dengan efek samping kemoterapi seperti orang tuanya. “orang tua saya menjalani kemoterapi sistemik yang sangat menyakitkan, sehingga sampai saat ini saya masih bisa mengingatnya, jadi saya tidak mau menerima efek kemoterapi sistemik tersebut. Meskipun anak- anak saya menghubungi dari Singapura untuk pertama kalinya dan manyarankan saya untuk pergi ke sana untuk dirawat. Sayapun sempat menelpon dokter Singapura dan mereka mengatakan bahwa perawatan yang akan saya terima sama seperti orang tua saya. Jadi saya ragu- ragu untuk pergi.” Tepat ketika ia masih bimbang, putrinya yang bekerja di surat kabar memberinya pesan kejutan.

zz6.png

Mendengar Ceramah Dokter “Fuda” Langsung Bergegas Menemui Dokter

Putri Chen memberi tahu bahwa para dokter dari RS Kanker Fuda, Guangzhou mengadakan ceramah di Malaysia. Awalnya mereka berpikir bahwa itu adalah pengobatan Cina yang murni dan Guangzhou kota yang terlalu jauh, jadi ia menolak pada waktu itu. Namun, putrinya berulang kali memohon kepadanya untuk mendengarkan ceramah tersebut, dan memberi tahu dia bahwa spesialisasi onkologi rumah sakit "Fuda" sudah terkenal di seluruh dunia. Di bawah desakan putrinya, Chen mendengarkan ceramah tersebut ditemani oleh seluruh keluarga.

zz3.png

Setelah mendengarkan ceramah, Chen mengetahui bahwa perawatan kanker rumah sakit "Fuda" yang asli adalah pengobatan intervensional pengobatan Barat. Dibandingkan dengan kemoterapi sistemik yang dipopulerkan di rumah sakit Malaysia, efek samping dari terapi intervensi lebih ringan dan lebih akurat. Dalam beberapa tahun terakhir, ada lebih dari 100 kasus metastasis hati yang disebabkan oleh kanker kolorektal yang menggunakan terapi obat interferens microsphere. Melalui selang microsphere obat akan langsung disuntikan dari pembuluh darah menuju pembuluh darah ke tumor serta menembus ujung distal permukaan tumor. Obat tersebut dengan kuat menahan pertumbuhan kelompok pembuluh darah kecil tumor dan memotong suplai oksigen serta nutrisi tumor, sehingga tumor mati (nekrosis). Konsentrasi tinggi kemoterapi di lingkungan tumor menghasilkan efek ‘keracunan’ yang tahan lama bagi sel kanker. Sehingga obat kemoterapi terutama terkonsentrasi hanya pada tumor, sedangkan di seluruh tubuh, konsentrasi obat kemo hanya sebagian saja dan tidak menyebabkan efek samping seberat sistemik. Hal ini sangat meringankan tubuh dan membahagiakan bagi penderita tumor padat. Pada akhirnya Mr Chen menyadari bahwa perawatan ini adalah pengobatan yang ia cari.


 Ceramah itu mengusir ketegangan, ia secara aktif bekerja sama dengan dokter.

Ketika Chen pertama kali memulai perawatan, dia merasa sangat gugup, dia bahkan merasa takut saat pengambilan darah. Perawtpun yang melihat hal itu mengajaknya berbicara supaya mengurangi ketegangannya. Bisakah kau nyanyikan lagu untukku? Beberapa perawatpun mulai bernyanyi. Setelah mendengar nyanyian itu Mr Chen menjadi lebih tenang. Ia berinisiatif untuk bekerja sama dengan dokter untuk memulai intervensi pertama.


Perawatannya sulit, tetapi indeks sel kanker menurun setiap perawatan.

Sebelum pengobatan, Mr Chen memiliki masa tumor seperti kembang kol 10 cm di atas anus. Sel kanker sudah bermetastasis ke hati, dengan diferensiasi kolorektal adenokarsinoma TxNxM1 stadium IV, tumor ganas dengan penyebaran ke hati yang sulit diobati.

Dokter dari tim pengobatan intervensional berkata: "Menurut metode konvensional tumor Mr Chen perlu pembedahan, pengalihan rektal dan pemasangan kantong kolostomi. Metode ini dibanding terapi intervensi sangat merugikan tubuh dan menyebabkan ketidak nyamanan pada kehidupan pasien.”

zz4.png

Setelah memahami situasi Mr Chen, beberapa ahli yang terlibat dalam tim terapi intervensi mempelajari serta berkonsultasi secara hati- hati dan akhirnya memutuskan pengobatan intervensi, dari Maret hingga Desember 2018. Mr Chen melakukan 8 kali perawatan di RS Kanker Fuda, 7 pengobatan pertama berdasarkan pada kemoterapi intervensi. Pada 28 dan 29 November, Mr Chen berhasil melakukan fotodinamik terapi (PDT) untuk kanker rektum di RS Fuda. Setelah itu dia harus melakukan kemoterapi intevensi untuk menekan tumor tersebut. Di bawah terapi gabungan PDT dan kemoterapi intervensi kondisi Mr Chen stabil. “setelah kemoterapi intervensi pertama, sifat tinja jelas membaik. Setelah perawatan kedua darah dalam tinja tidak terlihat dengan mata telanjang. Yang paling membuat Mr Chen senang adalah sebelum perawatan, indeks sel kanker Mr Chen adalah CA- 2009 setelah 8 kali kemoterapi, indeks sel kankernya menurun menjadi CA - 180. Sekitar lesi kanker rektal secara signifikan lebih kecil dari sebelumnya.

 terus melakukan kemoterapi intervensi untuk mengkonsolidasikan efek kuratif. Di bawah efek gabungan terapi photodynamic dan kemoterapi intervensional, kondisi Mr. Chen stabil. "Setelah kemoterapi intervensi pertama, sifat tinja jelas membaik. Setelah perawatan kedua, mata telanjang tidak melihatnya. Darah dalam tinja. "Apa yang membuat Chen dan Chen senang adalah sebelum perawatan, indeks sel kanker Chen adalah ca-2009. Setelah 8 kali kemoterapi, indeks sel kanker turun menjadi ca-180. Kisaran lesi kanker rektal secara signifikan lebih kecil dari sebelumnya.Setelah kemoterapi intervensi kedelapan selesai pada awal Desember, Mr Chen pun keluar dari rumah sakit dengan hati yang gembira.


Terapi Photodinamik + kemoterapi intervensional

Terapi photodynamic adalah salah satu metode yang umum digunakan untuk pengobatan kanker, dan memiliki toksisitas rendah, trauma kecil dan pemulihan cepat, serta dapat melindungi karakteristik asli dari sebagian besar jaringan manusia, dan tidak memiliki efek samping yang berat hingg penurunan daya tahan tubuh yang drastis. Dalam 2-3 hari efetisitas terjadi, dan terapi photodynamik tidak mengganggu perawatan lain. Di bawah penggunaan gabungan operasi, radioterapi dan kemoterapi, PDT dapat mengkonsolidasikan efek pengobatan secara akurat dalam mencegah kanker. Dokter Shi yang menangani Mr Chen berkata “Pengobatan Mr. Chen cukup memuaskan. Dia sangat percaya kepada kami para dokter dan karena itu beliau turut bekerja sama dengan kami. Sekarang tumor terkendali. Sebagai dokter, kami juga sangat bahagia. Kepercayaan dan penegasan pasien adalah sumber motivasi kami para dokter untuk kemajuan yang berkelanjutan. "

zz5.png

Setiap kali Mr Chen menyelesaikan perawatan, teman-teman di Malaysia yang melihatnya tertawa: "Temperamenmu baik, dan rambutmu juga tidak rontok, sedikitpun tidak seperti pasien kanker. Kelihatannya seperti orang yang sehat saja." Lalu Mr Chen berkata, "Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para dokter di RS Fuda atas perawatan mereka yang detail. Saya harap lebih banyak pasien kanker dapat mengetahui bahwa tidak begitu sulit untuk mengobati kanker di Fuda. Setiap pekerja dan staf di sini sangat perhatian, tidak ada yang perlu dikhawatirkan di rumah sakit. Saya merasa sangat praktis ketika saya menerima perawatan di sini. "

Dia juga menyebutkan bahwa setiap kali dia dan istrinya berada di Guangzhou, para penerjemah dari pusat layanan medis akan menjelma menjadi  "pemandu wisata sementara" mereka, hal inilah yang membuat mereka merasakan kehangatan dari “pemandu wisata sementara.” Ditemani “pemandu wisata sementara” mereka dapat menikmati keindahan Guangzhou setiap kali mereka menerima perawatan di RS Fuda.







  • Irreversible Electroporati..
  • Argon- Helium Cryoablasi..
  • Transarteri Kemoterapi Int..
  • Combined Immunoterapi Untu..
  • Brachyterapi..
  • Photodynamic Terapi (PDT)..
  • Microwave Hiperthermia..
Dokter Lainnya
  • Prof. Wang Jiannan...

  • RS Khusus Kanker Nasional
  • Bersertifikasi Internasional JCI
  • Pusat Cryoablasi Kanker Asia- Pasifik
  • Pusat Medis, Institut Biomedis dan Kesehatan Guangzhou, Akademik Ilmu Pengetahuan di Tiongkok